Sangat jelas dalam ingatanku 2 tahun lalu ketika kau mengatakan
".....kita akhiri sampai disini saja, hubungan kita sudah tak baik, iya aku masih mencintaimu, tapi kita berbeda kau tau itu kan?....."
"aku akan menikah lusa, semoga kau baik-baik saja"
Kau tau rasanya?
Langit seakan runtuh menimpamu dan serasa ada kilat menyambar-nyambar ke tubuhmu
Tadi pagi aku bermimpi, mimpi yang sama dengan kejadian 2 tahun lalu, sangat persis sekali, nada bicara, suara, tempat dimana dia mengatakan itu, baju yang dia kenakan...
Dia mengucapkan itu tanpa merasa bersalah..
Kenapa masih terasa sakit ya? Aku bermimpi orang itu lagi
aku sudah mulai lupa ternyata, tapi karena mimpi itu pagi ini aku mengingatnya kembali
Iya orang itu mr. "E P " aku sangat ingat sekarang, dia tinggi, putih, dan dia keturunan tionghoa, dia cadel dan dia menyebalkan...
Aku menyukai dirinya yang dewasa, dan aku menyukai cara dan suara nya ketika tertawa dan pagi ini suara tertawanya terngiang-ngiang di telingaku,
Aku tau menjalin hubungan dengannya adalah sesuatu yang salah, kita ini "beda" iya tuhan memang satu kita yang tak sama...
Satu hal yang sulit membuat kita ber iringan saat itu adalah keyakinan,
Dia seorang katolik yang taat bahkan setiap minggu dia tak pernah melewatkan ibadahnya, aku cukup sering mengantarnya ke gereja, dan dia juga tak pernah lupa mengingatkanku beribadah lima waktu dan selalu mengingatkanku untuk menutup aurat, luar biasa kan?
Seiring berjalannya waktu sering terjadi ketidak cocokan diantara kami.. Aku sering marah padanya, ya dia juga sering kesal padaku, tapi saat itu aku masih bertahan, tapi lama kelamaan aku sadar bahwa aku dan dia sangat tidak mungkin untuk bersama, karena alasan keyakinan itulah kita berpisah, dia memutuskan untuk menikah dengan wanita pilihan ibunya, lagian saat itu usiaku baru 18
Pagi ini memoriku seakan kembali pada masa dimana aku bersamanya (cieee flash back)
Aku tidak akan menyesali pertemuan kita ini, karena aku tau Tuhan punya Alasan dibalik semuanya
Aku tidak tau maksud mimpi tadi malam apa? Bahkan aku sama sekali tidak mengingatnya, apa dia merindukan saya?
(ngarep.. Suami orang tau)
Mungkin alam bawah sadar saya yang ingat dia?
Entahlah....
"kau tidak lihat kantung mataku? Aku sangat lelah..."
"bahkan ketika kau berkatung mata, kau lebih lucu dr seekor panda...maafkan aku tapi aku ingin bersamamu sehari ini ya?"
Itu kata yang dia ucapkan sehari sebelum dia mengatakan dia akan menikah,
"mengapa engkau waktu itu, putuskan cintaku, dan saat itu engkau slalu ingin bertemu, dan mengulang jalin cinta
Mau dikatakan apa lagi, kita taakan pernah satu, engkau disana aku disini meski hatiku memilihmu....."
"aku untuk kamu, kamu untuk aku namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda, tuhan memang satu, kita yang tak sama haruskah aku lantas pergi meski cinta taakan bisa pergi"
Beberapa penggal bait lagu yang mungkin menggambarkan seorang "aku" disini
Satu tahun setengah bukan waktu yang sebentar bagi saya,
Selalu muncul pertanyaan...
"jika berakhir seperti ini, kenapa aku harus bertemu dengannya?"
Aku tau tuhan punya alasan dibalik skenarionya
Dia bukan pria yang main-main aku tau itu jika bukan alasan keyakinan yang jadi kendala mungkin saat ini aku adalah wanita yang pertama dia lihat saat dia bangun tidur, mungkin aku sudah mempunyai seorang anak, mungkin sekarang aku sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.. Mungkin...mungkin.......aaaaahhhhh itu lagi, entah lah hari ini pikiranku dipenuhi oleh dia, kenapa sih, tiba-tiba muncul seperti ini dan mengusik pikiran, duh mantan.....
Masih ingat rasanya saat pertama kalinya kau menggandeng tanganku dan dengan bangga kau memperkenalkan aku pada temanmu
Aku masih ingat kau menderita kelaparan saat kau ikut berpuasa denganku, (-..-) hal-hal lucu seperti ini yang membuat aku hari ini menyimpulkan senyum,
Aku ingat jika kau tertawa kau akan kehilangan seluruh matamu, kau sangat sipit matamu hanya segaris, dan hari ini aku tersenyum lagi
mimpi tadi malam membawa berkah ternyata, pagi ini aku tersenyum lagi setelah tadi malam aku dibuat kecewa...
Komentar
Posting Komentar